RPD Kutim99.4 FM
Pariwisata

Air Sungai Pasang, Bocah Di Muara Bengalon Jadi Korban Keganasan Buaya

Marwan LSSelasa, 11 November 20251 menit baca2 dilihat

RPD KUTIM, MUARA BENGALON - Bocah Bernama Zaki (10) di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi korban keganasan buaya. Korban diterkam…

Versi Audio

RPD KUTIM, MUARA BENGALON - Bocah Bernama Zaki (10) di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi korban keganasan buaya. Korban diterkam buaya saat hendak menonton pertunjukan elekton sebuah hajatan nikahan warga setempat. 
Hal itu dibenarkan Kepala Desa (Kades)  Muara Bengalon Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi Rpd Kutim. 
Dikatakan Yusuf, benar telah terjadi penerkaman bocah oleh buaya, korban merupakan anak laki – laki berusia 10 tahun saat ini duduk di kelas 5 SD Bengalon. 

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, pada Minggu (09/11) pukul 20.22 Wita malam. Dijelaskan Yusuf Sebelum kejadian, diketahui korban dan teman- temannya sedang berjalan diatas jembatan hendak menuju tempat hajatan warga yang tak jauh dari tempat tinggalnya. 

Dimana saat itu air sungai sedang pasang hampir setinggi jembatan. Pada saat korban lewat buaya langsung menyambarnya dan membawanya ke sungai. Beruntung saat itu ada salah satu warga yang melihat dan langsung loncat ke laut untuk menolong namun tidak sanggup dikarenakan arus sungai yang deras dan tak mampu mengendalikan sang predator. Lalu datang lagi warga lainnya yang kebetulan juga sempat menyaksikan kejadian. Dikatakan Yusuf, warga berjibaku dengan  buaya ada yang pegang ekornya dan lainnya membuka mulut buaya sehingga korban bisa diselamatkan. 

Kurang lebih 15 menit penyelamatan berlangsung, setelah itu korban langsung dilarikan ke RSUD Kudungga oleh Kadesnya sendiri Bersama keluarga dan beberapa warga setempat. 
Hingga berita ini diturunkan, informasi korban sudah  mulai berangsur membaik namun rencananya akan dilakukan Tindakan operasi. 

Kejadian ini menambah rentetan keganasan buaya di Muara Bengalon semakin meningkat. Menindaklanjuti hal itu, rencananya besok aparat desa akan mengadakan rapat untuk mengantisipasi kejadian terulang. Menurut pengakuan Yusuf, untuk sementara mereka akan membuat pagar dan akan mengaktifkan Pos Kambling setiap kali air pasang untuk menghimbau warga tidak berada di jembatan saat pasang.

Tag:#Pariwisata
Bagikan berita ini:
Berita Terkait

Baca Juga

Acara 1 min

Lom Plai Nehas Liah Bing Masuk Agenda KEN

RPD KUTIM - Muara Wahau, puncak Festival adat Lom Plai 2026, Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak Wehea ini berlangsung sejak 23 Maret hingga 29 April 2026.…

Dummy User27 April 2026