RPD Kutim99.4 FM
Pemerintahan

DisdikBud Gelar Studi Tiru Di SMPN 7 Muara Kaman, Kadis Mulyono Optimis Sekolah Di Kutim Mampu Berlisensi SRG.

firmanKamis, 12 Februari 20261 menit baca2 dilihat

RPD KUTIM - MUARA KAMAN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (DisdikBud Kutim) melakukan kunjungan Studi Tiru dalam rangka peningkatan kualita…

Versi Audio

RPD KUTIM - MUARA KAMAN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (DisdikBud Kutim) melakukan kunjungan Studi Tiru dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Studi tiru ini berfokus pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Muara Kaman (SMPN) yang berlokasi di Desa Menamang Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (10/02/26).

Studi Tiru diikuti sebanyak 30 orang Kepala Sekolah Dasar (SD) Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan beberapa perwakilan kecamatan lainnya. Kepala Dinas DisdikBud Kutim Mulyono ikut membersamai kegiatan, didampingi Ketua Dewan Pendidikan Eko Juniardi. Rombongan studi tiru disambut baik jajaran pimpinan dan para guru SMPN 7 Muara Kaman serta Kepala Bidang DisdikBud Kukar.

Pada kesempatan itu, Kadis Mulyono menyampaikan studi tiru ini bertujuan untuk menimba ilmu pengetahuan dan praktek baik dalam integrasi teknologi Google For Education di lingkup sekolah. Dirinya menyebut, SMPN 7 Muara Kaman menunjukkan kemajuan yang signifikan memanfaatkan platform google guna menunjang administrasi dan proses belajar mengajar.

Hal inilah menjadi model yang ingin dipelajari untuk kedepannya, sehingga dapat diimplementasikan dengan baik di tingkat SD sebagai landasan pendidikan khususnya di Kutim. Selain itu, mampu menjadi Sekolah Rujukan Google (SRG) selanjutnya, ujar Mulyono.

SMPN 7 Muara Kaman merupakan sekolah yang telah bersetifikasi Google Reference School (Sekolah Rujukan Google), sebuah status diberikan kepada sekolah yang dinilai berhasil menerapkan solusi Google For Education secara efektif untuk bertansformasi pengajaran dan pembelajaran. Diharapkan melalui studi tiru ini para kepsek di Kutim bisa membawa pulang insight dan langkah strategis guna memulai menguatkan transformasi digital, menuju pendidikan yang lebih relevan dengan tantangan zaman.

Tag:#Pemerintahan#Infrastruktur
Bagikan berita ini:
Berita Terkait

Baca Juga