SANGATTA- Komitmen Pemkab Kutai Timur dalam pemerataan akses digital terus digencarkan. Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Diskominfo Staper…
SANGATTA- Komitmen Pemkab Kutai Timur dalam pemerataan akses digital terus digencarkan. Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Diskominfo Staper Kutim berhasil menghubungkan 2 desa terluar ke jaringan internet, sehingga warga kini dapat menikmati layanan komunikasi dan informasi secara layak.
Salah satu program yang tengah menjadi konsentrasi untuk segera di hadirkan yakni terkait pembangunan jaringan baru dan optimalisasi jaringan. Sejak tahun 2024 lalu, Diskominfo Staper sudah mengusulkan sebanyak 5 wilayah untuk di bangun jaringan telekomunikasi oleh Pemerintah Pusat.
Sementara itu, pada tahun 2026 ini, terdapat tambahan satu usulan yang dibangun, yakni Desa Mugi Rahayu, Kecamatan Batu Ampar. Adapun seluruh usulan tersebut, akan segera di masukkan dalam Sistem Informasi Pengajuan Wilayah Pembangunan Telekomunikasi (SIGNAL) yang di miliki oleh Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Diketahui, layanan berbasis website tersebut merupakan i sarana bagi pemerintah daerah untuk mengajukan wilayah yang mengalami blankspot atau sinyal lemah sebagai bahan dasar percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam upaya menghadirkan layanan telekomunikasi yang merata di seluruh wilayah Kutai Timur. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di wilayah blankspot dapat ditangani secara bertahap.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat perluasan cakupan jaringan komunikasi, terutama di wilayah terpencil dan pelosok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Dengan tersedianya jaringan telekomunikasi yang memadai, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memperoleh akses informasi, layanan publik, pendidikan, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial (Wiryadi)
