RPD KUTIM, SANGATTA - Dalam laporannya Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutai Timur pada tahun 2023 mengalami perkembangan yang…
RPD KUTIM, SANGATTA - Dalam laporannya Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutai Timur pada tahun 2023 mengalami perkembangan yang sangat baik. Dimana tiga tahun sebelumnya terjadi penurunan akibat adanya pa demi Covid -19. Ardiansyah Sulaiman dalam penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutim tahun 2023 dalam rapat paripurna ke 19 DPRD Kutim, Rabu (20/3/2024).
Pertumbuhan ekonomi Kutim tahun 2023 mengalami peningkatan tanpa sektor migas dan batu bara naik sebesar 7, 18% . Dari tinjauan ekonomi tersebut situasi positif yang terjadi adalah laju pertumbuhan ekonomi tahun 2023 lebih tinggi daripada tahun 2022. Dengan pertumbuhan tertinggi pada subsektor pertanian dalam arti luas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa upaya pemerintah dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah dengan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam semakin berdampak positif.
Kemudian terkait kondisi pasar Ardiansyah menyebut kiat pemerintah dalam menindaklanjuti pasar yang ada di Sangatta Utara maupun Selatan sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan pasar maupun masjid khususnya yang ada di Sangatta Selatan. Namun masih warga yang belum sepakat terkait lahan atau tempat. Awalnya lanjut Ardiansyah pemerintah berkeinginan menukar tempat namun masih ada warga belum sepakat artinya masih menginginkan tempat yang lama.
Terkait rencana pemerintah itu, bupati menyebut akibat pasar tersebut karena berdekatan dengan sungai yang banyak memakan korban selama ini. Berikutnya, terkait adanya laporan pedagang yang berjualan dipinggir jalan khususnya di pasar Sangatta Utara. Dirinya menyebut sudah dilakukan penertiban walaupun masih ada yang tetap berjualan di bahu - bahu jalan itu. Kedepannya akan terus ditertibkan.
Wakil Bupati Kasmidi Bulang menambahkan, terkait prestasi dan kinerja yang telah dicapai pemerintah maupun beberapa kegiatan yang belum terselesaikan dan masih dalam proses penyelesaian.
Tidak bisa dipungkiri ada yang belum tercapai seperti kegiatan dengan serapan secara teknis. Intinya masih banyak PR yang harus diselesaikan (ER1).
