RPD Kutim99.4 FM
Acara

Target nasional tahun 2025 pengelolaan sampah 51,21% : Kutim Baru 11,86%

Marwan LSSelasa, 18 November 20251 menit baca14 dilihat

RPD KUTIM SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Melalui Dinas lingkungan hidup selenggarakan sosialisasi instruksi bupati tentang optimalisasi pengelolaan…

Versi Audio

RPD KUTIM SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Melalui Dinas lingkungan hidup selenggarakan sosialisasi instruksi bupati tentang optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, oleh narasumber, Sugiyo, ST. MSI,  kepala bidang Pengelolaan Sampah dan LB3, gedung wanita Selasa, 18/11/2025.


Acara tersebut dilakukan guna menekan pencemaran lingkungan oleh sampah dan pengelolaan sampah dari sumbernya, Yang diikuti oleh para guru dan kepala sekolah dan beberapa tamu undangan virtual. 


Sugiyo saat pemaparan materi menerangkan, pengelolaan sampah dari sumbernya adalah dari mana datangnya sampah tersebut, limbah rumah tangga, dari sekolahan dll. Data dari dukcapil Kutim Jumlah penduduk di Kabupaten Kutai Timur tahun 2024 sebanyak 448.850 dari 18 kecamatan, yang menghasilkan sampah 228,167 ton / hari komposisi berdasarkan sumber sampah.


Sampah Rumah tangga: 56,87%, Pasar : 21,02%, Fasilitas publik 6,37%, Kawasan 6,08%, Perniagaan 4,56%, Perkantoran 3,78%, Lain-lain 1,32%
Dari jumlah sampah tersebut didominasi oleh sampah plastik, kayu/ranting dan kertas. Dari jumlah tersebut baru 27,072 ton/hari atau setara dengan 9.881,28 ton per tahun. 


Sementara target nasional tahun 2025 persentase sampah terkelola sejumlah 51,21%. Dan Kutim baru 11,86% Karena baru di Pusat kota yang tertangani. Target jastrada tahun 2025 pengurangan sampah 30%. Penanganan sampah 70%. Target nasional tahun 2029 persentase sampah 100% terkelola.
Dikatakan Sugiyo sampah yg sulit terurai adalah sampah berbahan anorganik, akan tetapi yang paling cepat menimbulkan masalah lingkungan adalah sampah organik dari sisa makanan.


Amanat RPJMD 100% sampah terkelola pada tahun 2029 melalui pengelolaan sampah di fasilitas dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, antara lain di bank sampah, TPS3R, Rumah kompos, Manggot BSF, Material Recovery facility(MRF), TPST atau fasilitas Waste to- energy dan memastikan sampah yang masuk ke TPA hanya Residu.

Tag:#Acara#Pemerintahan
Bagikan berita ini:
Berita Terkait

Baca Juga