RPD Kutim99.4 FM
Acara

Hadiri Bangen Lepek Majau, Mahyunadi Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat Dayak Kenyah

AdministratorJumat, 5 Juni 20262 menit baca70 dilihatNarasumber: Mahyunadi, Jating lahang
Foto : Rpd Kutim
Foto : Rpd Kutim
Foto : Rpd Kutim
Wakil Bupati Disambut Tari - tarian. ( Foto Rpd Kutim)
Foto : Rpd Kutim

RPD KUTIM-SANGATTA SELATAN, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim)( Mahyunadi hadir langsung dalam event budaya Dayak Kenyah "Bangen Lepek Majau” di Dusun Rinda…

Versi Audio

RPD KUTIM-SANGATTA SELATAN, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim)( Mahyunadi hadir langsung dalam event budaya Dayak Kenyah "Bangen Lepek Majau” di Dusun Rindang Benua, Kecamatan Sangatta Selatan, Jum'at (5/6/2026).

Bangen Lepek Majeu adalah upacara adat pasca panen yang diselenggarakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Dusun Rindang Benua, sekitar Jalan Poros Sangatta–Bontang Km 10.

Acara ini merupakan perwujudan rasa syukur dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen yang dianugerahkan kepada masyarakat.

Kedatangan Wabup Mahyunadi disambut Tari-tarian oleh sanggar Lamin Rindang Benua.

Mahyunadi menyampaikan,  Pemkab Kutim wajib hadir dan mendukung setiap kegiatan- kegiatan kemasyarakatan. Pada kesempatan itu, Dirinya juga berpesan kepada DInas Pariwisata Kutim untuk memasukkan kegiatan ini sebagai agenda tahunan. Menurutnya,  Dayak Kenyah masyarakatnya sangat inklusi,  sangat terbuka dan tidak memandang suku dan golongan dalam kebersamaan membudayakan kebudayaan kyang ada. Tentunya agar lebih terkenal dan dihargai oleh orang lain seperti yang diartikan dalam tari anyam menganyam dengan penuh warna - warni melambangkan berbagai suku yg disimpul menjadi satu keindahan rekat kuat menjadi satu. Dikatakannnya, jika semua Bersatu maka akan menjadi masyarakat yang kuat yang akan berhasil melaksanakan pembangunan.

Rangkaian acara diisi dengan berbagai ritual adat sakral, lantunan musik tradisional sampe’ dan taweq, serta pertunjukan tari-tarian khas Dayak Kenyah.  Masyarakat yang hadir, termasuk anak-anak dan orang dewasa, mengenakan busana adat Dayak Kenyah yang kaya akan nilai simbolik.

Kepala Adat, Jating lahang menjelaskan, Bangen berarti membangun semangat baru, Lepek berarti hamparan untuk makan bersama, dan Majau/Majeu berarti harapan baik. “Habis panen kita syukur, lalu siap lagi untuk musim tanam,” .

Selain sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur, acara ini juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kutai Timur karena menampilkan keharmonisan antara manusia, alam, dan nilai-nilai tradisi membuat Dusun Rindang Benua potensial jadi destinasi budaya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Akhmad Rifanie, Sekcam Sangatta selatan Rusmiati, Koramil Sangatta selatan , Polsek Sangatta hingga para pimpinan perusahaan di Kutim. (sw)

Tag:#Acara#Keagamaan#Pemerintahan#Pariwisata#Pemuda Dan Olahraga
Bagikan berita ini:
Berita Terkait

Baca Juga