RPD KUTIM,SANGATTA -Sebagai pelengkap dari upaya penguatan kapasitas pengetahuan, RSUD Kudungga juga menggelar Mini Simposium Hybrid berkolaborasi dengan Ikatan…
Versi Audio
RPD KUTIM,SANGATTA -Sebagai pelengkap dari upaya penguatan kapasitas pengetahuan, RSUD Kudungga juga menggelar Mini Simposium Hybrid berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Timur bertajuk: “Saraf yang Terputus, Strategi Klinis dalam Menghadapi Cedera Plexus Brachialis dan Spinal”, yang sudah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 27 Juli 2025 di ruang aula lantai 3 RSUD Kudungga.
Kegiatan ilmiah ini menghadirkan para pakar untuk berbagi strategi dan pendekatan terkini dalam menangani kasus-kasus saraf yang kompleks dan memerlukan intervensi cermat seperti
Dengan pelaksanaan pendampingan operasi dan mini simposium ini, RSUD Kudungga menunjukkan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai pusat layanan kesehatan unggulan, yang tidak hanya mengutamakan tindakan kuratif, tetapi juga mendorong pengembangan keilmuan medis di Kaltim khususnya di daerah Kutai Timur. Direktur Utama RSUD Kudungga, kepada Rpd Kutim dikonfirmasi terkait kegitan tersebut.
Lebih jauh dijelaskan yusuf, bahwa setelah pendampingan ini RSUD Kudungga sudah dapat melaksanakan tindakan secara mandiri untuk kasus-kasus kompleks dan spesifik tersebut.
Bahwa, RSUD Kudungga memiliki visi menjadi rumah sakit rujukan terkemuka dan terpercaya di Provinsi Kalimantan Timur. Jumlah rujukan pasien keluar Kutai Timur hendaknya makin dibatasi seiring dengan peningkatan kompetensi layanan di RSUD Kudungga.
Harapannya kabupaten/kota lain di Kaltim yang merujuk pasiennya ke RSUD Kudungga.
